Friday, 12 November 2010

Love en France (Part 3)

*Part 3* Perempuan itu....


"Eh kamu kan Sivia bukan??" ucap perempuan yang baru datang itu
"loh Shilla?? kok bisa..??" Sivia pun heran
"eh bener nih Sivia?? kamu kenapa di sini??" tanya Shilla heran
"iya Shill ini aku Via!! aku sekolah di sini sekarang, jadi kamu di sini juga Shill??" Sivia tanya balik dengan heran
"hah?? kamu sekolah di sini vii?? pindah?? kok tante sama om gak kasih kabar?? kamu juga vii gak pernah kasih kabar juga.."
"iya shill aku pindah... papa dapat kerja di Perancis shill, mama papa sibuk jadi lupa kasih kabar ke om sama tante." jawab Sivia

Yang lainnya pada heran dan diam semua (SFI) entah mengapa mereka bingung semua. Shilla dan Sivia menjelaskan semua. Ternyata Sivia itu sepupunya Shilla, mereka pun kaget.

"owh jadi sepupu toh." ucap Gabriel

"gak nyangka yah ketemu sodara begitu di satu sekolah." Alvin ikut ikutan berkomentar

"aduh vii... coba kamu kasih kabar jadi kamu gak usah nge kos kan bisa nebeng sama gw vii." ujar Shilla sambil membawa kaleng minuman soda di tangan kirinya

"aduh shill gw kan gak tau lu bakal di Paris, terus gw juga gak tau lu sekolah di sini hehe terus om sama tante dimana sekarang?" tanya sivia

"gak nyangka gw vii bisa ketemu lu di sini juga, papa mama di jakarta vii masih di tempat dulu kita tinggal." jawab shilla (dulu sivia dan shilla tinggal satu rumah saat di jakarta saat sivia pindah rumah itu jadi punya shilla)

tidak terasa waktupun begitu cepat berjalan dan bel masuk pun sudah berbunyi


"vii, kamu sekelas kan sama rio??" tanya shilla
"iya shill?? kenapa??" sivia tanya balik
"gak apa apa kok, yo gw titip sepupu gw sama lu diakan masih awam di sekolah ini."
"iya, shill gw sebagai sahabat lamanya bakal jaga nih anak satu." jawab rio (rio pun kaget saat mendengar kalau sivia sepupunya shilla)
"siip kalau gitu, pulang di tunggu di cafetaria yah!!" ujar shilla (SFI sebelum pulang mereka ngumpul dulu)
"iya shill nanti gw bareng rio kesana." jawab sivia sambil memukul punggung rio
"ya udah vii... sampai nanti yaa!! kalau ada apa apa panggil ajah ke kelas gw." saran shilla sambil meninggalkan mereka semua
"ya udah all gw ke kelas dulu yah." ucap rio kepada teman temannya

Mereka semua pun meninggalkan cafetaria dan buru buru ke kelas masing masing. Gabriel dan Alvin yang kelas 12 itu satu kelas. Sedangkan ozy dan acha yang duduk di kelas 10 itu berbeda kelas, Septian dan Shilla yang berada di kelas 11 yang sebaya dengan Rio dan Sivia satu kelas. Mereka semua kembali ke kelas berpasangan kecuali ozy dan acha yang berbeda kelas.
Dalam perjalanan kelas Rio dan Sivia sangatlah terlihat senang, jelaslah karena sudah kurang lebih 4 tahun mereka tidak bertemu sama sekali, komunikasi saja putus (lost contact). entah mengapa sivia menanyakan sesuatu kepada rio

"yo, gimana?? udah 2 tahun kan lu di sini?? udah punya pasangan donk pastinya??" tanya sivia dengan nada yang pelan tapi masih terdengar oleh rio

"hah?? kok nanya ginian hehe... belum punya vii... lu sendiri?? masa gak dapat cowo surabaya??" Rio bertanya balik

Sivia hanya menggelengkan kepalanya yang berarti belum punya, disini Rio hanya tersenyum bertanda ada harapan. (oh oh oh ada apa ini?? ternyata yang di sukai rio saat di Indonesia itu adalah sivia sahabatnya sendiri)

Di lain tempat Alvin dan Gabriel sedang membicarakan seseorang

"vin, tadi itu sivia cantik juga ya??" tanya gabriel

"yah lumayanlah tapi gw sih milih sepupunya, kenapa lu nanyain gitu sama gw?? naksir yah lu??" jawab alvin sambil betanya balik kepada gabriel

"haha gw tau lu suka sama shilla vin, nah sampai sekarang lu belum berbuat apa apa, kapan nembaknya??" respond gabriel

"belum ada waktu yang pas yel, nah pertanyaan gw belum dijawab tadi yel." jawab alvin sambil menanyakan kembali pertanyaan tadi yang di kasih ke gabriel. Namun gabriel hanya tersenyum.

Tidak lama kemudian mereka semua sudah berada di kelas masing masing, di kelas Shilla dan Septian sekarang tidak ada guru. Septian berjalan menuju meja shilla dan minta kepada teman sebangkunya untuk pindah sementara.


"eh ada apa tian??" tanya shilla heran

"shill lu kan pulang bareng acha kan?? nah gw nitip ini buat dia. tolong yah shill." septian memohon kepada shilla

"cie cie apaan nih?? kok kasih surat??" tanya shilla

"lu lihat ajah, tapi satu syarat jangan ketawa!" ucap septian
shilla pun melihat apa isi surat itu dan membacanya

"hah?? lu yakin nih?? cie cie asik deh tian." respond shilla setelah melihat dan membaca surat itu

"iya.. tolong yah shill, gw tau dari dulu lu baik orangnya, ya ya ya tolong yah shill." dengan muka memerah septian pun memohon kepada shilla

"iya iya gw bakal kasih ini surat sama dia, tapi selanjutnya gw gak tanggung jawab yee." ucap shilla

"nah gitu donk shilla emang baik deh, hehe." septian terkekeh.


Waktu terus berjalan hingga saatnya bel pulang pun berdendang di sekolah. Mereka semua pulang sekitar jam 16.00, dan semua anggota SFI sedang berjalan menuju cafetaria. Walau semua anak sudah dibolehkan pulang tetapi ada sebagian siswa siswi yang tetap di sekolah untuk alasan tertentu. Di cafetaria pun lumayan ramai tetapi tidak seramai saat istirahat. SFI pun sudah berada di sana. Mereka pun sebelum pulang ke rumah masing masing berbicara sejenak sesama SFI, mumpung ada anak baru juga yaitu sivia jadi pembicaraan mulai seru karena sivia menceritakan kejadian kejadian saat dia berada di surabaya dan juga saat sivia satu sekolah dengan Rio. Mereka semua menikmati pembicaraan, Gabriel pun menikmati minuman yang di pesannya tadi sambil mencuri curi senyuman Sivia. Alvin hanya melihat mereka semua yang asik dengan pembicaraannya masing masing. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 17.00 sudah satu jam mereka disana dan cafetaria dan sekolahnya pun sudah cukup sepi. Gerbang sekolah di tutup jam 17.30 waktu setempat, jadi sekarang sudah mulai sepi, merekapun sudah berniat untuk pulang.

sesampai di depan gerbang mereka pun masih melakukan pembicaraan

"eh vii.. lu nge kos dimana??" tanya shilla

"gw nge kos di eiffel street." jawab sivia

"loh berarti dekat sama kos gw donk." respond Rio

"hah?? lu dekat situ juga kos nya??" tanya sivia

"iya.. ya udah nanti bareng gw deh lu." ucap rio

"ya udah kalau gitu gw sama acha duluan yah, yo jaga tuh sepupu gw." ujar shilla

"iya iya tenang ajah." respond rio

"daah kak rio, kak sivia, kak gabriel, kak alvin, kak septian, ozy." Acha melambaikan tangannya saat berjalan ke halte bersama shilla

"zy, ayo takut kemalaman gw." ajak septian (septian dan ozy satu arah dengan rio dan sivia)

"tunggu kak rio dulu sama kak sivia, gak enak lah kita duluan." ucap ozy

"ya udah kita juga balik dulu deh takut kemalaman juga." ucap gabriel (gabriel balik dengan alvin)

"ahh kita?? lu aje sama tukang roti." canda alvin

"wah masa gitu sama temen sendiri." ucap gabriel


Mereka semua pulang dengan arah yang berbeda beda

"yuk vii.. lu mau disini terus apa?? mau temenin satpam sekolah??" ucap rio

"hah kak via mau temenin satpan sekolah?" tanya ozy

"hahaha ozy ozy mana mau lah gw, lu juga yo ada ada ajah ckck." jawab sivia

"ya udah ayo balik takut kemalaman nih gw." ucap septian


Mereka berempat menuju halte dan menunggu bus yang akan mereka naik. Tak lama hanya sekita 5 menit bus pun datang, mereka naik dan mencari tempat duduk. Ozy di situ kaget melihat seseorang perempuan yang duduk di pojok belakang kanan. Perempuan itu pun kaget juga setelah melihat Ozy. Rio pun kaget setelah melihat wajah perempuan itu


"OZY!" panggil perempuan itu

To be continue

No comments:

Post a Comment