*Part 5* Surat dan Senyuman
Acha membuka perlahan lahan surat tersebut, dia mengambil gunting yang berada di meja belajarnya dan mengunting ujung surat tersebut supaya surat itu terbuka rapi. Acha mengambil selembar kertas yang terdapat di dalam surat itu, dan membacanya dari awal hingga akhir.
Dear Acha..
Entah mengapa setiap melihat senyummu aku selalu ingin melihat itu selamanya
Entah mengapa setiap melihat matamu aku selalu ingin menatap mata itu
Entah mengapa setiap melihat wajahmu aku selalu ingin tersenyum melihatnya
Entah mengapa perasaan itu menjadi seperti racun seakan akan perasaan itu tumbuh berkelipatan
Acha, mau kah kamu menjadi sepasang merpati putih yang terus berada di atas eiffel tower denganku??
kamu boleh jawab pertanyaan itu lewat surat lagi ataupun nanti kita ketemuan ajah.. gak perlu besok jawabannya
Entah mengapa setiap melihat senyummu aku selalu ingin melihat itu selamanya
Entah mengapa setiap melihat matamu aku selalu ingin menatap mata itu
Entah mengapa setiap melihat wajahmu aku selalu ingin tersenyum melihatnya
Entah mengapa perasaan itu menjadi seperti racun seakan akan perasaan itu tumbuh berkelipatan
Acha, mau kah kamu menjadi sepasang merpati putih yang terus berada di atas eiffel tower denganku??
kamu boleh jawab pertanyaan itu lewat surat lagi ataupun nanti kita ketemuan ajah.. gak perlu besok jawabannya
Acha hanya tersenyum melihat surat tersebut entah mengapa senyumannya itu sangatlah yakin dan tidak ragu ragu untuk menjawabnya besok saat pulang sekolah. Dia langsung membuka jendala kamarnya dan menikmati angin malam paris serta melihat orang orang yang lalu lalang.
Di kamar Ozy dan Ify
"kak ify kenapa sih mendadak hari ini sih, kan ozy jadi harus siapin kamar sebelah malam ini." ngeluh ozy
"lah kalau besok datangnya kan juga hari ini kamu beresin kamarnya juga kan??" ucap ify
"gak kak, beresin kamarnya besok pagi sebelum jemput kakak, padahal tadi udah minta suruh bilangin gurunya sama teman aku kalau besok minta izin gak sekolah dulu." jawab ozy sambil mempersiapkan barang barang untuk membersihkan kamar sebelah
"yah maaf deh zy, tapi nanti aku bilang mama deh biar di naikin uang jajan nya!" respond ify
"hah yang bener nih kak??" tanya ozy dengan semangat
"makanya kamu beresin kamarnya dulu baru nanti aku bilangin." jawab ozy sambil tersenyum manis
"zy itu rio satu sekolah sama kamu yah??" tanya ify
"kak rio?? iya kan tadi udah ozy kenalin kalau mereka tadi temen ozy di sekolah, kenapa?" jawab ozy
Ify hanya terdiam mendengar jawaban ozy tadi.
Di kamar Septian dia hanya memikirkan surat yang di kasihnya ke shilla untuk Acha sudah disampaikan atau belum, dia hanya cemas jika surat itu tidak disampaikan. Sedangkan Sivia, dia sedang sangat serius belajar di kamarnya dengan mendengarkan lagu celine dion yang dikoleksinya. Alvin dan Gabriel sedang tenis meja yang ada di kos nya tersebut bersama pelajar jepang yang berada satu kos. Mereka selalu bermain jika pelajar jepang itu mengajak main Alvin dan Gabriel. Sedangkan Rio biasanya membantu bapak tua yang memiliki kamar kontrakan itu menyiapkan makan malam dan setelah itu biasanya bapak tersebut mengajak rio bermain catur (tidak sering karena rio pun punya banyak tugas lainnya) dan hari ini rio menerima ajakkan tersebut. Shilla sudah tidur karena dia merasa letih, lelah, pegal pegal, dkk. Sehingga dia tidak sempat belajar.
Mereka semua sudah tidur dan bermimpi indah sekali karena sudah waktunya mereka tidur untuk bersekolah besok.
Di pagi harinya jam weker rio seperti biasa berbunyi dan rio pun segera mematikan alarmnya. Seperti setiap hari Rio setelah bangun langsung membuka jendelanya dan mengatakan "Paris Bonjour", aktifitas seperti ini sudah suatu kebiasaan Rio di Paris. Setelah menikmati sebentar angin pagi paris diapun bergegas untuk mandi seperti biasanya, setelah itu dia pun segara memilih baju yang akan di pakai hari ini. Saat Rio sedang memilih baju bapak tua yang memiliki kamar kontrakkan itu memanggil Rio
"Rio... there is your friend in front door, she is waiting you!" kata bapak tua itu
Rio pun kaget, dan juga terkejut (apa bedanya) setelah mendengar ada perempuan yang menunggunya, Rio pun berfikir apakah itu Sivia?? dan dia segera melihat keluar bangunan itu dari jendela kamarnya dan menunduk ke bawah. Terlihatlah perempuan yang umurnya sebaya dengannya dengan memakai t-shirt warna putih dan jeans celana biru dengan memakai bando berwarna putih sangatlah terlihat cantik. Rio pun memanggil anak tersebut dari atas
"Sivia??" ucap Rio agak keras karena sedang di atas
Sivia pun mendengar arah suara itu dan melihat ke atas bangunan tersebut, "hey Rio, udah siap?"
"tunggu vi.. sebentar lagi gw turun." jawab Rio
Rio pun bergegas turun ke bawah dan memakai sepatu di ruang depan. Sebelum Rio mau keluar bapak tua itu menawari makan tetapi Rio sudah berjalan ke arah mulut pintu. Dan bapak itu pun langsung mengetahui bila Rio sudah terburu buru dan tidak sarapan sebelum berangkat. Rio pun segera menemui Sivia di luar
"eh kok lu tau kos gw?" tanya rio
"lah kan kamu kemarin kasih tau alamatnya, gimana sih?? lupa?" jawab sivia
"astaga lupa gw hehe, terus kok lu ke sini jemput gw?" tanya rio lagi
"owh gak mau bareng yah?? ya udah besok gw gak usah ke kos lu lagi deh." jawab sivia agak kesal
"haha yah yah ngambek nih anak jangan gitu vii.. Bercanda vii bercanda hehe." ketawa rio
"lagian lu juga belum ngerti kan daerah sini... makanya lu mau ke kos gw dan minta bareng ke sekolah."
"nah itu tau." respond sivia dengan nada kecil dan muka nya agak merah karena malu.
Dalam perjalanan menuju halte mereka membicarakan masa kecilnya dulu *anggaplah nostalgia* hingga mereka tidak sadar mereka sudah hampir telat. Mereka pun memasuki bus. Sivia dalam perjalanan ke sekolah hanya tidur di bangkunya (maklum tadi malam dia belajar hingga tengah malam dan dia kurang tidur. Rio pun gak mau mengganggu sivia karena dia tau sepertinya sivia tidurnya tengah malam. Entah mengapa posisi kepala sivia tergeser dan menyandar di bahunya Rio. Rio pun kaget dan terkejut dia tidak mau menggangu tidurnya jadi dia hanya terdiam di bangkunya dengan menatap wajah sivia. Sivia menyandar di bahu Rio hanya beberapa menit karena posisi kepala sivia pun tergeser lagi ke tempat awal saat pertama kali tidur di bangkunya. Ternyata waktu berjalan cepat dan mereka pun berhenti di halte tujuan. Rio membangunkan Sivia karena mereka sudah sampai tujuan. Sivia terbangun dan agak kaget karena di tertidur di bus. Mereka buru buru ke sekolah karena sepertinya bel sekolah pun sebentar lagi akan berdendang. Mereka segera pergi ke kelas dan menyiapkan pelajaran jam pertama dan kedua yaitu Math.
Waktu sangatlah berjalan cepat, tidak terasa sudah jam istirahat. Anak anak pun pada langsung keluar kelas dan mencari kegiatan. Ada yang bermain basket, nongkrong di koridor, baca buku di perpus dan kumpul kumpul seperti halnya SFI. *udah lupa SFI yah?? liat part sebelumnya deh kalau lupa hehe* Anggota SFI pun bergegas ke tempat basecamp nya yaitu cafetaria sekolah. Rio dan Sivia pun langsung kesana setelah membereskan barangnya. Ternyata yang baru datang Septian Ozy dan Shilla, Rio dan Sivia melihat mereka dan bergegas ke meja yang mereka duduki.
"loh yang lain mana??" tanya Rio
"Acha belum datang yah??" tanya sivia
"iya Acha Alvin dan Gabriel belum datang, padahal biasanya yang datang duluan tuh si Alvin sama Gabriel entah mengapa hari ini mereka terlambat." jawab Shilla
"kalau Acha sih udah biasa terlambat kalau kesini." respond Rio
"nah tuh mereka!" ucap Ozy sambil menunjuk ke arah pintu cafetaria sekolah tersebut
"hayo hayo pada ngomongin siapa?" tanya alvin
"gak ada tadi si shilla bingung karena kalian yang biasa datang pertama kali sekarang malah terlambat." kata septian
"owhalah tuh si Alvin yang bikin telat, ke toilet lamanya minta ampun tadi, bilangnya sih buang air kecil." respond gabriel
"haha emang kak alvin BAK berapa jam? tanya ozy
"gak ada jam jam'an lagi kalau BAK doank zy." jawab alvin
"yaudah sekarang pada mesan makanan dah biar gw sama alvin jaga mejanya."
Merekapun pada pesan makanan jatah mereka. saat pada memesan makanan mereka masing masing Acha menghampiri Septian.
"eh Acha?? gimana??" tanya septian
"hmmm.. ntar yah kak pas pulang di air mancur dekat taman bunga." jawab Acha yang mengetahui apa maksud pertanyaan septian. Dia menyuruh ketemuan pas pulang dekat air mancur dekat taman bunga (masih di wilayah sekolah)
de continuer à être
(to be continue)
(to be continue)
No comments:
Post a Comment