Friday, 3 December 2010

Dream en Reve or Realite (Sinopsis + Prolog)

Sinopsis :

Apakah kita sekarang ada di dalam kehidupan yang nyata?? Atau saja kita sedang berada dalam kehidupan mimpi?? Anda sering kali bertanya, “apakah ini mimpi?” bila ada peristiwa peristiwa senang ataupun duka. Bila anda dalam peristiwa senang pasti anda ingin sekali berada dalam keadaan itu walau itu mimpi, tetapi sebaliknya bila sedang berduka pasti anda berpikir ini mimpi buruk dan ingin cepat sekali terbangun dan saat itu semua akan baik baik saja.

Itu sudah wajar, tapi ada yang tidak wajar… ini hanya segelintir orang yang merasakan ketidakwajaran tersebut, dengan kebingungan apakah ini kenyataan atau mimpi. Orang itu tidak merasakan kalau yang dia alami itu kenyataan ataupun mimpi, mau itu mimpi buruk ataupun mimpi indah. Tapi bagaimana saat dia terbangun? Apakah dia tersadar atas semua itu? Tidur itu hanya beberapa jam dalam sehari, jadi dia akan terbangun pada saat dia di bangunkan atau bangun sendiri. Tapi bagaimana kalau mimpi itu jadi kenyataan juga, setelah terbangun orang tersebut mengalami hal yang sama dalam mimpinya walau tidak semua kejadian? Jadi apa yang akan terjadi di dalam kenyataan? Mimpi Indah atau Mimpi Buruk?

Prolog :

Aku membuka mataku, ‘ini dimana??’ tanyaku pada diri sendiri, ku lihat langit langit putih, ku alihkan pandanganku ke kanan dan ke kiri, ‘putih’. Semua yang terlihat serba putih, ini dimana? Aku belum menyadari tempat ini tetapi aku melihat ke kiri disana ada jendela ke arah seperti taman kecil. Ku lihat ke kanan hanya ada se lembar kain putih yang mengantung seperti pembatas. Ku lihat langit langit terdapat sebuah televisi kecil di sudut langit langit yang sedang tidak menyala. Ku tegakkan tubuhku dan bersandar di bantal yang telah ku tegakkan ke atas. Aku melihat seorang laki-laki yang sedang tidur di sofa. ‘kenapa dia disini?’ tanyaku heran. Saat ku mencium bau yang sepertinya alkohol aku mulai sadar ini ada di kamar inap rumah sakit.

Saat kusadari, terdengar seperti pasien sebelah memanggil namaku, aku gak tau siapa karena sehelai kain yang mengantung dan membentang dari kepala tempat tidur hingga kakinya.

“non ify? Non ify udah bangun?” suara seorang pria dewasa memanggilku, dia sepertinya masih dalam keadaan berbaring dan menghadap ke bilik tempat tidurku karena terlihat olehnya bayangan dari kain putih yang membentang dan memisahkan tempat tidurku dan dia.

“alhamdulillah.. non ify udah sadar, non ify baik baik ajah kan? Jangan banyak gerak dulu!” kata pria itu, aku mengenali suara itu.. dia Pak Saleh, supirku. Kenapa beliau ada di sini, aku masih berpikir keras menggali ingatanku.

“iya pak, hanya sedikit pusing.” Jawabku singkat dan padat. Aku tau pak saleh sepertinya gak bisa bergerak, makanya beliau tidak menarik kain putih yang mengantung itu ke samping maupun dia beranjak jalan dan menghampiri tempat tidurku. Tapi kenapa demikian? Aku masih tetap berusaha menggali ingatanku? Sepertinya aku sudah tertidur lama sekali hingga ingatkan ku susah kembali di ingat.

“non ify jangan banyak mikir dulu, non! Jangan dulu kebanyakkan mikir dan gerak, kondisi non masih lemah non.” Sahutnya entah mengapa beliau dapat membaca apa yang sedang ku lakukan saat ini, tiba tiba laki laki yang sedang tidur di sofa itu menggeliat, sepertinya dia akan segera bangun. Dan benar matanya perlahan lahan terbuka, dan dia segera duduk sambil mengucek ngucek matanya. Saat dia melihatku, dia tersenyum.
"hey fy udah sadar? Gimana tidurnya? Nyenyak??" tanya laki laki itu

No comments:

Post a Comment